Disadari bahwa penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari selain memberi manfaat dan kemudahan, juga mengandung bahaya yang tak tampak. Berbagai peralatan rumah tangga, mainan anak-anak, dan berbagai produk lagi yang erat bersinggungan dengan kehidupan manusia. Agar tidak salah pilih, berikut adalah kode-kode plastik yang telah disepakati oleh para ahli didunia berhubungan dengan faktor keamanan produk plastik tersebut. Tidak ada salahnya (bahkan sangat dianjurkan) untuk memperhatikan tanda-tanda ini demi keamanan saat membeli produk-produk berbahan plastik.
1-PETE. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih • transparan • tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan dengan kode 1 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas.
2-HDPE. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti nomor 1 PET, yang ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
Buang botol yang sudah lama akan terlihat kusam atau terlihat baret-baret.
3-V. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4-LDPE. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
5-PP. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
6-PS. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
6 PS-E. PSE (Expanded Polystyrene) agak mirip dengan yang di atas. Tapi yang ini untuk jenis plastik seperti kotak CD, gelas kristal, mainan anak² dan video kaset.
7-OTHER. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Bahkan ada blogger yang dengan kreatif membuat semacam reminder card kecil yang dapat anda download dan anda print kemudian bisa disimpan di dompet atau tas anda dan dapat dibuka sewaktu-waktu :
Sumber : http://sehatuntuksemua.wordpress.com
Selengkapnya »»
Senin, 23 April 2012
Kamis, 05 April 2012
Import Data Dari Excel ke MySql
Wah sudah lama ndak nulis di blogku ini, hemmm bingung mau nulis apa. Pikir-pikir kemarin baru meng-import data dari excel ke mysql. Awalnya sih lupa bagaimana mengimport data dari excel ke mysql, karena sebelumnya pernah nyoba. Yaaa dari pada lupa lagi, mending ini aja yang ditulis ke blog sederhana ini. Sebagai catatan untuk diri sendiri dan semoga bisa berguna bagi teman-teman yang membutuhkan (yang mau mengimport data dari excel ke mysql).
oke, pertama buat database di MySql seperti berikut :
Selanjutnya mari kita buat tabelnya, disini contohnya aku buat tabel siswa, berikut caranya :
oke, untuk database sudah selesai, sekarang bagaimana mengisikan datanya ke dalam tabel dari excel?. Sekarang buat file excel yang isinya sesuaikan dengan urutan field tabel yang sudah dibuat (nis, nama, jenis_kelamin, agama, kelas). Ingat pada tabel yang dibuat primary key ada pada field nis, jadi nis tidak boleh ada yang sama.
setelah selesai input data di excel, simpan file ke ekstensi *.csv CSV (Comma delimited)
klik Yes ketika muncul peringatan seperti ini :
Tutup Excel, klik No kalau muncul pesan seperti ini :
Selanjutnya proses import ke database mysql dari file CSV yang dibuat tadi, berikut langkah-langkah mengimport datanya :
Buka phpmyadmin, pilih database dan pilih tabel yang akan di import, kemudian pilih tab import seperti yang terlihat pada gambar berikut :
kemudian pilih file *.csv yang telah dibuat. klik browse seperti yang terlihat pada gambar berikut :
setelah memilih file *.csv, pada frame Format of imported file pilih CSV using LOAD DATA. Untuk pilihan Fields terminated by isikan tanda koma (,). Sedangkan, untuk Fields enclosed by dan Fields escaped by kosongin aja. Dan biarkan Lines terminated by diisi auto. Seperti yang terlihat pada dua gambar berikut :
Setelah itu klik tombol go untuk memproses. Semoga berhasil....!!
terima kasih....
Selengkapnya »»
oke, pertama buat database di MySql seperti berikut :
CREATE DATABASE `sekolah`;
Selanjutnya mari kita buat tabelnya, disini contohnya aku buat tabel siswa, berikut caranya :
CREATE TABLE `sekolah`.`siswa` (`nis` CHAR(5) NOT NULL, `nama` VARCHAR(30) NOT NULL, `jenis_kelamin` CHAR(1) NOT NULL, `agama` VARCHAR(10) NOT NULL, `kelas` CHAR(10) NOT NULL, PRIMARY KEY (`nis`)) ENGINE = MyISAM;
oke, untuk database sudah selesai, sekarang bagaimana mengisikan datanya ke dalam tabel dari excel?. Sekarang buat file excel yang isinya sesuaikan dengan urutan field tabel yang sudah dibuat (nis, nama, jenis_kelamin, agama, kelas). Ingat pada tabel yang dibuat primary key ada pada field nis, jadi nis tidak boleh ada yang sama.
setelah selesai input data di excel, simpan file ke ekstensi *.csv CSV (Comma delimited)
klik Yes ketika muncul peringatan seperti ini :
Tutup Excel, klik No kalau muncul pesan seperti ini :
Selanjutnya proses import ke database mysql dari file CSV yang dibuat tadi, berikut langkah-langkah mengimport datanya :
Buka phpmyadmin, pilih database dan pilih tabel yang akan di import, kemudian pilih tab import seperti yang terlihat pada gambar berikut :
kemudian pilih file *.csv yang telah dibuat. klik browse seperti yang terlihat pada gambar berikut :
setelah memilih file *.csv, pada frame Format of imported file pilih CSV using LOAD DATA. Untuk pilihan Fields terminated by isikan tanda koma (,). Sedangkan, untuk Fields enclosed by dan Fields escaped by kosongin aja. Dan biarkan Lines terminated by diisi auto. Seperti yang terlihat pada dua gambar berikut :
Setelah itu klik tombol go untuk memproses. Semoga berhasil....!!
terima kasih....
Selengkapnya »»
Labels:
belajar,
mysql,
pemrograman
Selasa, 03 Januari 2012
“If Life Is So Short….”
Oleh Agung Basuki TravelHemat.com
Saya pertama kali bertemu dengan Charles dan Linda Graham saat pasangan asal Amerika itu ikut serta dalam rombongan tur ke Eropa Barat yang saya pimpin, kira-kira 14 tahun yang lalu. Ketika itu mereka mengadakan perjalanan dalam rangka memperingati ulangtahun emas perkawinan mereka. Saya banyak berkomunikasi dengan mereka sebab mereka duduk di baris pertama pada bus yang kami kendarai sepanjang perjalanan, tepat di belakang bangku tempat duduk saya.
Selama 14 hari perjalanan mengunjungi 9 kota di 5 negara, pasangan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu kerap menjadi perhatian saya. Bukan karena saya mengkhawatirkan kondisi fisik mereka yang mungkin kelelahan akibat perjalanan panjang, karena untuk ukuran kebanyakan orang seusianya, mereka tergolong cukup sehat dan lincah. Yang saya perhatikan justru bagaimana mereka tampak begitu menikmati setiap momen dalam perjalanan tersebut.
‘Pengamatan’ yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi terhadap mereka –entah dengan mencuri pandang melalui kaca spion bus yang kebetulan mengarah langsung pada mereka, atau memperhatikan bagaimana mereka berunding untuk menentukan mau pergi ke mana ketika acara bebas—membuat saya melihat ada sesuatu yang ‘berbeda’ diantara keduanya dibandingkan para peserta lain. Keduanya tampak sangat ceria, yang terpancar jelas dari raut wajah mereka yang sudah dipenuhi keriput.
Rasa penasaran saya atas pasangan Charles dan Linda belum sempat terjawab ketika perjalanan yang kami lakukan sudah harus berakhir. Seluruh rombongan berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing, sementara saya melanjutkan hidup saya seperti biasa.
Setahun berikutnya, ketika ditugaskan untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Eropa Timur, secara tak sengaja saya bertemu lagi dengan Charles dan Linda yang ternyata juga ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin saat itu. Kali ini mereka melakukan perjalanan untuk merayakan ulangtahun perkawinan yang ke-51.
Lantaran sudah saling kenal sebelumnya, kami menjadi cepat akrab. Sebenarnya, saat itu saya hanyalah seorang tur leader pengganti lantaran tur leader yang seharusnya memimpin perjalanan tersebut mendadak jatuh sakit. Di awal perjalanan, saya berterus terang kepada para peserta tur bahwa saya kurang familiar dengan rute perjalanan kali ini.
Di luar dugaan, Charles secara diam-diam berbicara banyak tentang saya kepada para peserta tur lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin setahun sebelumnya. Tentang bagaimana saya sudah menjadi tur leader yang menurut dia sangat baik dan caring serta berbagai hal-hal positif lainnya.
Berkat dia pulalah, sebagian besar peserta tur jadi memiliki penilaian positif terhadap saya. Konsekuensinya, saya jadi lebih tertantang untuk berbuat semaksimal mungkin, memberikan kualitas layanan yang terbaik dan memuaskan.
Pengalaman memimpin grup tur ke Eropa Timur saat itu adalah awal perjalanan karir saya sebagai seorang tur leader, namun justru di saat saya merasa banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan karena minimnya ‘jam terbang’ dan penguasaan medan, hampir seluruh peserta tur malah memberikan dukungan positif atas apa yang saya lakukan saat itu sehingga saya merasakan situasi yang nyaman sepanjang perjalanan tersebut. Dan semua itu disebabkan karena berbagai pernyataan positif yang disampaikan oleh Charles.
“Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan airmata. Kalau bisa memotivasi orang lain dengan pujian, mengapa kita harus menyampaikannya dengan celaan?” demikian kata Linda saat saya menyampaikan terimakasih atas ‘promosi’ yang dilakukan suaminya untuk saya.
Prinsip life is too short yang dianut oleh Charles dan Linda itu membuat saya merenung tentang makna hidup yang sudah saya jalani saat ini. Usia pernikahan yang mereka jalani hingga sanggup mencapai angka di atas 50 tahun adalah suatu hal yang langka, dan menurut saya perjalanan hidup mengarungi kehidupan selama 70 tahun lebih bukanlah waktu yang singkat pula.
“Kita tidak pernah tahu kapan hidup ini bakal berakhir, kapan saat terakhir kita bakal bertemu dengan orang yang kita kasihi. Bisa saja besok saya atau kamu dipanggil Tuhan, dan alangkah menyesalnya kita ketika menyadari betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kita capai, ternyata tidak pernah terwujudkan.
Jika setiap saat kita berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, maka kita akan termotivasi untuk memberikan makna terbaik pada hari-hari yang kita jalani saat ini,” demikian ungkap Charles panjang lebar. “Dan jika pada kenyataannya kita diberi anugerah untuk menjalani hidup ini lebih lama, bukankah hari-hari yang sudah kita lalui bakal menjadi rangkaian kenangan nan indah?
Selama kehidupan pernikahan kami, rasanya kami tidak sempat meributkan hal-hal kecil karena waktu kami telah tersita dengan pemikiran bagaimana mengisi hari-hari ‘pendek’ kami dengan sebaik mungkin.”
Perkataan Charles dan Linda itu terus melekat di benak saya hingga kini. Prinsip hidup yang mereka anut telah berhasil mempengaruhi jalan pemikiran saya, sehingga sejak saat itu saya menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat.
Ketika menikah beberapa tahun yang lalu, saya bersama istri juga telah bersepakat untuk menjalani kehidupan ini dengan prinsip ‘life is so short’. Setiap saat kami selalu berpikir bagaimana caranya agar mengisi hari-hari kami dengan sebaik mungkin. Peringatan hari ulang tahun saya dan istri, maupun ulangtahun pernikahan, kami menjadi ajang untuk introspeksi tentang hari-hari yang telah kami lewati bersama, sekaligus merencanakan apa yang akan kami lakukan untuk kurun waktu setahun ke depan.
Kami menjadi lebih ekspresif dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dan tidak ragu-ragu untuk saling mempersembahkan yang terbaik dan berupaya untuk saling membahagiakan satu sama lain. Setiap kali ada konflik yang terjadi, kami berupaya untuk menyelesaikannya dengan sesegera mungkin.
Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang kami jalani barulah ‘seumur jagung’, sehingga saat ini kami baru menikmati yang manis-manis saja. Memang benar, selama hampir dua tahun kehidupan pernikahan kami, hampir bisa dipastikan kami jarang bertengkar. Perselisihan memang ada, namun kami berdua senantiasa mengupayakannya agar persoalan yang kami hadapi tidak melebar dan meluas ke mana-mana. “If you can make it simple, why make it hard?”, begitu kata Linda.
Apabila setiap saat kami mempertahankan prinsip yang sama dalam menjalani hidup ini, dan ketika nantinya kami dikaruniakan umur panjang untuk bisa merayakan ulangtahun pernikahan yang ke-10, 20, 30 atau bahkan yang ke-50 seperti Charles dan Linda, wow…. betapa bernilainya hari-hari yang telah kami jalani selama ini, dan betapa banyak kenangan indah yang telah terukir sepanjang kehidupan ini.
Dan kalaupun toh kami tidak dikaruniakan usia yang panjang, setidaknya kami berdua sudah pernah melewati hari-hari yang indah bersama-sama.
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kiriman surat dari Linda (kami memang sering saling berkirim surat semenjak pertemuan kami di Eropa bertahun-tahun lalu). Di suratnya Linda menceritakan bahwa Charles telah meninggal dunia, beberapa saat setelah peringatan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-62. Herannya, saya tidak menangkap kesan kesedihan di dalam suratnya tersebut.
Bahkan dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah sejak lama bersiap menghadapi momen perpisahan yang tak mungkin terelakkan oleh manusia manapun di dunia ini. Linda mengungkapkan bagaimana beruntungnya mereka bisa melewati saat kebersamaan yang panjang, dan bersyukur atas begitu banyak peristiwa yang boleh mereka jalani berdua. Dan ketika memang ‘saat’ itu tiba, yang terungkap justru rasa syukur karena telah diberi banyak kesempatan untuk menjalani hari demi hari bersama dengan orang yang dicintainya.
When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime. Itulah kalimat penutup yang ditulis Linda Graham dalam surat terakhir yang dikirimkannya pada saya.
…………
If life is so short
Why don’t you let me love you
Before we run out of time
If love is so strong
Why won’t you take the chance
Before our time has come
If life is so short
………..
(‘If life is so short’ - The Moffats)
sumber : http://promoindo.com
Selengkapnya »»
Saya pertama kali bertemu dengan Charles dan Linda Graham saat pasangan asal Amerika itu ikut serta dalam rombongan tur ke Eropa Barat yang saya pimpin, kira-kira 14 tahun yang lalu. Ketika itu mereka mengadakan perjalanan dalam rangka memperingati ulangtahun emas perkawinan mereka. Saya banyak berkomunikasi dengan mereka sebab mereka duduk di baris pertama pada bus yang kami kendarai sepanjang perjalanan, tepat di belakang bangku tempat duduk saya.
Selama 14 hari perjalanan mengunjungi 9 kota di 5 negara, pasangan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu kerap menjadi perhatian saya. Bukan karena saya mengkhawatirkan kondisi fisik mereka yang mungkin kelelahan akibat perjalanan panjang, karena untuk ukuran kebanyakan orang seusianya, mereka tergolong cukup sehat dan lincah. Yang saya perhatikan justru bagaimana mereka tampak begitu menikmati setiap momen dalam perjalanan tersebut.
‘Pengamatan’ yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi terhadap mereka –entah dengan mencuri pandang melalui kaca spion bus yang kebetulan mengarah langsung pada mereka, atau memperhatikan bagaimana mereka berunding untuk menentukan mau pergi ke mana ketika acara bebas—membuat saya melihat ada sesuatu yang ‘berbeda’ diantara keduanya dibandingkan para peserta lain. Keduanya tampak sangat ceria, yang terpancar jelas dari raut wajah mereka yang sudah dipenuhi keriput.
Rasa penasaran saya atas pasangan Charles dan Linda belum sempat terjawab ketika perjalanan yang kami lakukan sudah harus berakhir. Seluruh rombongan berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing, sementara saya melanjutkan hidup saya seperti biasa.
Setahun berikutnya, ketika ditugaskan untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Eropa Timur, secara tak sengaja saya bertemu lagi dengan Charles dan Linda yang ternyata juga ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin saat itu. Kali ini mereka melakukan perjalanan untuk merayakan ulangtahun perkawinan yang ke-51.
Lantaran sudah saling kenal sebelumnya, kami menjadi cepat akrab. Sebenarnya, saat itu saya hanyalah seorang tur leader pengganti lantaran tur leader yang seharusnya memimpin perjalanan tersebut mendadak jatuh sakit. Di awal perjalanan, saya berterus terang kepada para peserta tur bahwa saya kurang familiar dengan rute perjalanan kali ini.
Di luar dugaan, Charles secara diam-diam berbicara banyak tentang saya kepada para peserta tur lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin setahun sebelumnya. Tentang bagaimana saya sudah menjadi tur leader yang menurut dia sangat baik dan caring serta berbagai hal-hal positif lainnya.
Berkat dia pulalah, sebagian besar peserta tur jadi memiliki penilaian positif terhadap saya. Konsekuensinya, saya jadi lebih tertantang untuk berbuat semaksimal mungkin, memberikan kualitas layanan yang terbaik dan memuaskan.
Pengalaman memimpin grup tur ke Eropa Timur saat itu adalah awal perjalanan karir saya sebagai seorang tur leader, namun justru di saat saya merasa banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan karena minimnya ‘jam terbang’ dan penguasaan medan, hampir seluruh peserta tur malah memberikan dukungan positif atas apa yang saya lakukan saat itu sehingga saya merasakan situasi yang nyaman sepanjang perjalanan tersebut. Dan semua itu disebabkan karena berbagai pernyataan positif yang disampaikan oleh Charles.
“Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan airmata. Kalau bisa memotivasi orang lain dengan pujian, mengapa kita harus menyampaikannya dengan celaan?” demikian kata Linda saat saya menyampaikan terimakasih atas ‘promosi’ yang dilakukan suaminya untuk saya.
Prinsip life is too short yang dianut oleh Charles dan Linda itu membuat saya merenung tentang makna hidup yang sudah saya jalani saat ini. Usia pernikahan yang mereka jalani hingga sanggup mencapai angka di atas 50 tahun adalah suatu hal yang langka, dan menurut saya perjalanan hidup mengarungi kehidupan selama 70 tahun lebih bukanlah waktu yang singkat pula.
“Kita tidak pernah tahu kapan hidup ini bakal berakhir, kapan saat terakhir kita bakal bertemu dengan orang yang kita kasihi. Bisa saja besok saya atau kamu dipanggil Tuhan, dan alangkah menyesalnya kita ketika menyadari betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kita capai, ternyata tidak pernah terwujudkan.
Jika setiap saat kita berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, maka kita akan termotivasi untuk memberikan makna terbaik pada hari-hari yang kita jalani saat ini,” demikian ungkap Charles panjang lebar. “Dan jika pada kenyataannya kita diberi anugerah untuk menjalani hidup ini lebih lama, bukankah hari-hari yang sudah kita lalui bakal menjadi rangkaian kenangan nan indah?
Selama kehidupan pernikahan kami, rasanya kami tidak sempat meributkan hal-hal kecil karena waktu kami telah tersita dengan pemikiran bagaimana mengisi hari-hari ‘pendek’ kami dengan sebaik mungkin.”
Perkataan Charles dan Linda itu terus melekat di benak saya hingga kini. Prinsip hidup yang mereka anut telah berhasil mempengaruhi jalan pemikiran saya, sehingga sejak saat itu saya menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat.
Ketika menikah beberapa tahun yang lalu, saya bersama istri juga telah bersepakat untuk menjalani kehidupan ini dengan prinsip ‘life is so short’. Setiap saat kami selalu berpikir bagaimana caranya agar mengisi hari-hari kami dengan sebaik mungkin. Peringatan hari ulang tahun saya dan istri, maupun ulangtahun pernikahan, kami menjadi ajang untuk introspeksi tentang hari-hari yang telah kami lewati bersama, sekaligus merencanakan apa yang akan kami lakukan untuk kurun waktu setahun ke depan.
Kami menjadi lebih ekspresif dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dan tidak ragu-ragu untuk saling mempersembahkan yang terbaik dan berupaya untuk saling membahagiakan satu sama lain. Setiap kali ada konflik yang terjadi, kami berupaya untuk menyelesaikannya dengan sesegera mungkin.
Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang kami jalani barulah ‘seumur jagung’, sehingga saat ini kami baru menikmati yang manis-manis saja. Memang benar, selama hampir dua tahun kehidupan pernikahan kami, hampir bisa dipastikan kami jarang bertengkar. Perselisihan memang ada, namun kami berdua senantiasa mengupayakannya agar persoalan yang kami hadapi tidak melebar dan meluas ke mana-mana. “If you can make it simple, why make it hard?”, begitu kata Linda.
Apabila setiap saat kami mempertahankan prinsip yang sama dalam menjalani hidup ini, dan ketika nantinya kami dikaruniakan umur panjang untuk bisa merayakan ulangtahun pernikahan yang ke-10, 20, 30 atau bahkan yang ke-50 seperti Charles dan Linda, wow…. betapa bernilainya hari-hari yang telah kami jalani selama ini, dan betapa banyak kenangan indah yang telah terukir sepanjang kehidupan ini.
Dan kalaupun toh kami tidak dikaruniakan usia yang panjang, setidaknya kami berdua sudah pernah melewati hari-hari yang indah bersama-sama.
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kiriman surat dari Linda (kami memang sering saling berkirim surat semenjak pertemuan kami di Eropa bertahun-tahun lalu). Di suratnya Linda menceritakan bahwa Charles telah meninggal dunia, beberapa saat setelah peringatan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-62. Herannya, saya tidak menangkap kesan kesedihan di dalam suratnya tersebut.
Bahkan dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah sejak lama bersiap menghadapi momen perpisahan yang tak mungkin terelakkan oleh manusia manapun di dunia ini. Linda mengungkapkan bagaimana beruntungnya mereka bisa melewati saat kebersamaan yang panjang, dan bersyukur atas begitu banyak peristiwa yang boleh mereka jalani berdua. Dan ketika memang ‘saat’ itu tiba, yang terungkap justru rasa syukur karena telah diberi banyak kesempatan untuk menjalani hari demi hari bersama dengan orang yang dicintainya.
When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime. Itulah kalimat penutup yang ditulis Linda Graham dalam surat terakhir yang dikirimkannya pada saya.
…………
If life is so short
Why don’t you let me love you
Before we run out of time
If love is so strong
Why won’t you take the chance
Before our time has come
If life is so short
………..
(‘If life is so short’ - The Moffats)
sumber : http://promoindo.com
Selengkapnya »»
Labels:
inspirasi,
tentang aku
Sabtu, 12 November 2011
Memories of KKN
Memories of Kkn Slideshow: Yitno21’s trip to Samarinda, Borneo, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Samarinda slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
ini kenangan waktu KKN, yaa cerita sedikit tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang sebenarnya dan menerapkan apa yang didapat selama kuliah. Ternyata tidak semudah di perkuliahan, kalau di perkuliahan hanya berkutat pada pelajaran dan itu pun sudah fokus kejurusan yang kita ambil. Tetapi, waktu KKN terasa banget bagaimana kita menerapkan apa yang kita punya (ilmu/pengetahuan) di kehidupan bermasyarakat. Awal mulai KKN aja, aku udah bingung apa yang mesti dikerjakan.
oya lupa, aku berterima kasih banget sama teman-teman KKN ku yang selama KKN sudah bagaikan satu keluarga. kepada Eka Wira U, Dewi N, Rina Andriani, Ira Permana P, Tika, dan Shiva.
Setelah merasakan Kuliah Kerja Nyata itu, paling tidak sudah tau bagaimana susahnya menerapkan ilmu/pengetahuan di kehidupan bermasyarakat. Apalagi tempat itu merupakan tempat baru yang kita datangi, dan kita dipandang sebagai orang yang bisa diharapkan (paling tidak bisa membantu masyarakat desa itu).
Tetapi, aku bersyukur bisa dapat teman kelompok yang asyik, bisa diajak kerja sama dan seperti keluarga sendiri. Walau ketika itu ada yang bertengkar, saling beda pendapat, yaaa tu kan wajar-wajar aja. Bahkan ada yang cinlok dah masih jadian sampai tulisan di blog ini di post, semoga sampai selamanyalah. Oke friend??? (tau sendiri lah siapa kalian) hehehheheeee
Selengkapnya »»
Labels:
tentang aku
Sabtu, 15 Oktober 2011
Mengambil Beberapa Kata dengan PHP
Berawal dari mau tau bagaimana cara mengambil hanya beberapa kata yang akan ditampilkan pada browser menggunakan PHP. Maka, langsung aja cari-cari di Om Google, kemudian setelah mencari di Om Google, Alhamdulillah dikasih tau, katanya ke Blognya Mas Hardono aja. yoo wes langsung lah ke TKP. Setelah disimak dan dipraktekkan Alhamdulillah langsung berhasil.
Seperti yang banyak ditampilkan dalam sebuah homepage web, tulisan tidak semua ditampilkan, terkadang hanya beberapa kata saja yang ditampilkan. Untuk itu, dengan menggunakan PHP kita bisa melakukan pengaturan seberapa banyak kata yang akan ditampilkan.
contoh kasus
Kalimat full : "Selamat Datang di Blog Suparyitno, terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini."
Nah dari kalimat full di atas, kita ingin menampilkan hanya 5 kata saja ("Selamat Datang di Blog Suparyitno,").
Untuk menambahkan jumlah kalimat, kita dapat mengganti variabel $limit sesuai yang kita inginkan. Oke, untuk sementara sekian dulu. Sampai ketemu di tulisan-tulisan saya yang lain.
Ucapan terima kasih kepada pemilik blog Hardono here
Selengkapnya »»
Seperti yang banyak ditampilkan dalam sebuah homepage web, tulisan tidak semua ditampilkan, terkadang hanya beberapa kata saja yang ditampilkan. Untuk itu, dengan menggunakan PHP kita bisa melakukan pengaturan seberapa banyak kata yang akan ditampilkan.
contoh kasus
Kalimat full : "Selamat Datang di Blog Suparyitno, terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini."
Nah dari kalimat full di atas, kita ingin menampilkan hanya 5 kata saja ("Selamat Datang di Blog Suparyitno,").
<?PHP
$kalimat_full = "Selamat Datang di Blog Suparyitno, terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.";
$limit = 5;
$limit_kalimat = implode(" ", array_slice(explode(" ",$kalimat),0,$limit));
echo $limit_kalimat;
?>
Untuk menambahkan jumlah kalimat, kita dapat mengganti variabel $limit sesuai yang kita inginkan. Oke, untuk sementara sekian dulu. Sampai ketemu di tulisan-tulisan saya yang lain.
Ucapan terima kasih kepada pemilik blog Hardono here
Selengkapnya »»
Labels:
belajar,
pemrograman web,
php
Langganan:
Entri (Atom)


















